Beberapa negara di Eropa menarik produk Coca-Cola setelah otoritas kesehatan menemukan kadar klorat yang melebihi batas aman. Pengujian terbaru mengungkap bahwa minuman bersoda ini mengandung klorat dalam jumlah berisiko bagi kesehatan.
Alasan Penarikan Coca-Cola
Badan Pengawas Makanan Eropa (EFSA) mendeteksi kadar klorat yang lebih tinggi dari standar regulasi Uni Eropa. Selain itu, zat ini bisa memengaruhi kesehatan ginjal serta sistem imun.
Negara yang Menarik Peredaran Coca-Cola
Jerman, Belgia, dan Luksemburg sudah menginstruksikan produsen untuk menarik produk tersebut. Beberapa supermarket besar juga mengeluarkan pengumuman agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum membeli.
Berdasarkan standar Uni Eropa, kadar klorat dalam makanan dan minuman harus berada dalam ambang batas tertentu. Sayangnya, dalam pengujian terbaru, produk Coca-Cola yang dijual di beberapa negara ditemukan mengandung klorat di atas batas aman.
Coca-Cola Ditarik di Eropa, Kadar Klorat Melebihi Batas Aman
Beberapa negara Eropa memutuskan untuk menarik dari pasaran setelah menemukan kadar klorat yang melebihi batas aman. Keputusan ini muncul setelah Badan Pengawas Makanan Eropa (EFSA) melakukan pengujian terhadap produk tersebut.
Apa Bahaya Klorat?
Klorat merupakan senyawa yang dapat terbentuk selama proses pemurnian air. Jika seseorang mengonsumsi dalam jumlah tinggi, zat ini dapat mengganggu fungsi kelenjar tiroid, menurunkan daya tahan tubuh, serta membahayakan ginjal.
Pihak Coca-Cola Eropa mengakui adanya masalah ini dan segera mengambil langkah untuk memperbaiki proses produksi.
Pemerintah Jerman, Belgia, dan Luksemburg sudah memerintahkan toko dan distributor untuk menghentikan penjualan sementara. Beberapa supermarket besar juga ikut menarik dari rak mereka.
Masyarakat disarankan untuk lebih selektif dalam memilih produk minuman dan memastikan hanya membeli produk yang sudah lolos uji keamanan pangan.